Berita Teknologi

Blog tentang berita teknologi, review barang, review smartphone, download aplikasi, aplikasi android, aplikasi premium gratis, download software

Tuesday, July 10, 2012

Ilmuwan Temukan Partikel Tuhan

  faris blog       Tuesday, July 10, 2012
penelitian


Maap yah..! Kali ini materinya agak serius nggak kayak biasanya. Soalnya ini merupakan penemuan besar di bidang sains and technology yang sangat bermanfaat buat masa depan.

Partikel Tuhan adalah partikel terakhir dalam teori model standar. Dalam model ini, alam semesta tercipta dari 12 partikel dasar dan 6 pembawa gaya. Sebelumnya, baru lima partikel pembawa gaya yang ditemukan. 

Sebutan God Paricle atau Partikel Tuhan diusulkan oleh Peter Higgs, seorang fisikawan asal Inggris yang telah mengamati dan memprediksi keberadaan partikel ini sejak tahun 1960-an. Dengan ditemukannya partikel ini diharapkan bisa menjelaskan mengapa benda-benda alam semesta memiliki massa. Dengan begitu maka terjawablah mengapa galaksi, planet, bahkan manusia memiliki hak untuk hidup. 

Ya sebenarnya aku nggak setuju kalau partikel ini disebut dengan Partikel Tuhan, karena kita memang diciptakan tanpa mengetahui wujud tuhan itu seperti apa, jenis kelamin, bentuk, dan lain sebagainya termasuk partikel. Toh, sebenarnya ini menjurusnya juga bukan ke teori pertuhanan.

"Kami telah mengamati partikel baru konsisten dengan Higgs Boson," kata Pak Heuer dalam seminar yang diselenggarakan, Rabu (4/7). Heuer menjelaskan bahwa dua inti yang berada bekerja di Large Hadron Collider (LHC), meyakini lebih dari 99 persen, telah menemukan Higgs Buson. Dua tim tersebut yaitu A Toroidal LHC Apparatus (ATLAS) dan Compact Muon Selenoid (CMS).

Higgs Buson ialah salah satu potongan puzzle terakhir yang dibutuhkan untuk melengkapi pemahaman dari model standar fisika - teori lama yang sukses menjelaskan bagaimana partikel dasar berinteraksi dengan kekuatan dasar alam. Partikel ini pula yang telah lama dicari oleh para fisikawan. Higgs berasal dari nama ilmuwan asal Inggris "Peter Higgs" dan Boson adalah nama ilmuwan asal India "Satyendra Nath Bose"

Tim ATLAS dan CMS mengungkapkan Higgs Boson memiliki massa sekitar 125-126 gigaelectron (GeV) atau sekitar 125 kali massa proton (partikel bermuatan positif dalam inti atom). Massa ini di luar perkiraan para fisikawan, yang memperkirakan memiliki massa hanya sekitar 115 GeV.

Hasil penelitian lima sigma signifikansi, yang berarti bahwa hanya ada satu dalam satu juta kemungkinan bahwa sinyal Higgs yang diamati oleh tim peneliti bukanlah sebuah kebetulan statistik. Hasil lima sigma yang didapat dari eksperimen ini diluar dugaan para fisikawan. Termasuk David Evans, ketua tim Inggris yang bekerja di LHC yang berbasis di A Large Ion Collider Experiment Collaboration (ALICE).

Evans telah memprediksi sebelumnya bahwa tim akan mengumumkan hasil empat sigma. Jumlah ini merupakan standar untuk sebuah pengamatan partikel baru yang telah dihitung secara resmi sebagai penemuan yang benar dan bukan sebuah kebetulan.

"Ini bahkan lebih baik dari perkiraan saya. Saya rasa kita dapat mengatakan bahwa Higgs benar-benar disini. Dia ada," kata Evans. Bukan hanya Evans, fisikawan Michael Tuts dari tim ATLAS juga mengungkapkan merasa takjub. "ini luar biasa dan menarik."

Evans mengungkapkan jika tim ATLAS dan tim CMS yang bekerja di LHC telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Pasalnya, pada Desember lalu, kedua tim ini mengumumkan bahwa pengamatan mereka terhadap partikel Higgs baru mencapai hasil dua sigma. Yang artinya, belum memenuhi parsyaratan untuk menjadi penemuan baru.

Hueur menyebut pengumuman partikel baru ini sebagai sebuah "tonggak bersejarah." Tetapi, sekaligus menjadi pekerjaan rumah yang ada di depan mata para fisikawan, karena mereka mencoba untuk mengkonfirmasi identitas partikel baru yang ditemukan dan melakukan penelitian lebih lanjut. "Saya pikir kita semua dapat bangga, tapi ini adalah sebuah awal," kata Heuer.

Lah Pertanyaan yang muncul adalah "Partikel ini fungsinya buat apa?".  "Ini penemuan yang ada diluar imajinasi kita. Pengetahuan baru yang ilmuwan pun belum tahu apa kegunaan praktisnya," kata Suharyo Sumowidagdo (Fisikawan Indonesia yang terlibat dalam penemuan God Particle). Kegunaan praktis ini mungkin belum akan ditemukan dalam puluhan bahkan ratusan tahun ke depan.

Contohnya seperti teori relativitas Einstein yang ketika diumumkan tujuh puluh tahun lalu belum bisa dipahami. Kini, GPS bekerja berdasarkan teori itu. Tanpa teori Einstein, GPS tidak akan bisa menunjukkan lokasi dengan tepat, dan akan meleset 50 sampai 100 meter. Waduuh bisa kesasar nanti. Gawat!!!!

Kita sebagai anak muda Indonesia semoga bisa berlari  dan ikut berpartisipasi di dunia Internasional, Mulai dengan hal kecil misal buang sampah ditempatnya. Itu sudah termasuk kegiatan Internasional Kebumian, Salam Seni Jalanan!





logoblog

Thanks for reading Ilmuwan Temukan Partikel Tuhan

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment

Youtube